GT Radial terus dipercaya menjadi official tire kejurnas slalom selama hampir sepuluh tahun atau 1 dasawarsa karena performa dan kualitas wahidnya yang sudah dibuktikan nyata, special dua produk andalannya, yaitu Champiro SX2 serta GTX Pro yang membuatnya menjadi teman setia seluruh peserta saat melakoni laga kejurnas slalom.
Meski demikian, GT Radial terus melakukan terobosan dan pengembangan atas produk andalannya. Hal ini disampaikan langsung oleh Dodiyanto selaku Brand Managemen PT Gajah Tunggal Tbk yang mengaku dengan sangat terbuka selalu menerima masukan atau input dari para pembalap untuk terus berbenah dalam memperkuat image terbaik GT Radial.

“Kejurnas Slalom 2025 putaran perdana Surabaya ini sengaja kami hadir secara khusus bersama seluruh tim dengan pihak pihak RnD untuk melihat langsung seluruh pembalap yang berlaga. Mayoritas peserta menggunakan GT Radial yang membuat kami bangga dan selanjutnya akan bekerja keras untuk mewujudkan keinganan atau masukan seluruh pembalap,”ungkap Dodiyanto.
Dodiyanto juga menambahkan jika GT Radial tetap mensupport penuh, sekaligus mengawal hingga akhir laga mendapatkan hasil maksimal pada putaran perdana MLDSPOT Kejurnas Autokhana di Sirkuit Surabaya Expo Centre, 21/6 kemarin dibuat takjub dengan para punggawa Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) yang sukses memborong 6 gelar juara, baik juara grup F, juara kelas wanita, juara kelas A3, juara tim grup A, jara tim grup F dan juara kelas tandem.

Tentunya keberhasilan secara konsisten GT Radial dalam mengawal para peslalom TGRI diajang Kejurnas Slalom dengan kondisi cuaca, serta lintasan dan lainnya tidak dipungkiri karena peran besar PT. Gajah Tunggal Tbk yang selalu mengirimkan perwakilan Research and Development (RnD) nya secara langsung di seluruh event yang diikuti.
Hal ini dilakukan demi pengambilan data berupa jenis trek (aspal atau beton), mengecek temperature lintasan dan udara untuk menentukan pressure ban pada saat perform dan menentukan tekanan angin ban pada saat akan digunakan, juga menentukan data panas atau suhu trek serta udara di sekitar lintasan. “Seluruh data tersebut nantinya mengacu pada kekuatan mobil dan karakter peslalomnya. Selanjutnya input pembalap akan menjadi evaluasi penting bagi kami,”tutup Dodiyanto. /MS




